Langsung ke konten utama

DAFTAR PUSTAKA



Arora, A and S Saxena. 2005. Cultivation of Azolla microphylla biomass on secondary-treated Delhi municipal effluents. Biomass and Bioenergy. Volume 29, Issue 1, July 2005, Pages 60–64. Elsevier.
Christenhusz, Maarten J.M. & Chase, Mark W. (2014). "Trends and concepts in fern classification. Annals of Botany 113 (9): 571–594.
Dewi, A. I. R. 2007. Fiksasi N Biologis Pada Ekosistem Tropis. Program Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran Bandung. Hlm 37-38.
Fiogbe, E. D., J.C. Micha and C. Van Hove. 2004. Use of a natural aquatic fern, Azolla microphylla, as a main component in food for the omnivorous–phytoplanktonophagous tilapia, Oreochromis niloticus L. J. Appl. Ichthyol. 20 (2004), 517–520. Blackwell Verlag, Berlin
Espinase CR, Watanabe I (1976) Potential of nitrogen fixing Azolla-Anabena complex as fertililizer in paddy soil. IRRI Saturday Seminar, 14th August.
Haselkorn, R.  2009. The Azolla, Anabaena Azollae Relationship. Current Biology, Volume 19, Issue 7. Pages r277-r278
Kusumanto, D. 2014. Menghemat Pakan Pabrikan Sampai 22 %. Majalah Trubus Edisi Desember 2014.
Maftuchah dan Winaya, A. 2000. Komposisi Media Tumbuh Untuk Asosiasi Azolla-Anabaena azollae. Vol.7, No.1, Hal 1-5. Pusat Bioteknologi Pertanian, Universitas Muhammadiyah Malang.
Pereira, A.L., B. Monteiro, J. Azevedo, A. Campos, H. Osório, and V. Vasconcelos. 2015. Effects of the naturally-occurring contaminant microcystins on the Azolla filiculoidesAnabaena azollae symbiosis. Ecotoxicology and Environmental Safety. Volume 118, Pages 11-20
Smith AR, Pryer KM, Schuettpelz E, Korall P, Schneider H, Wolf PG. 2016. A classification for extant fern. Taxon 55:705-731
Stewart, W.D.P., P. Rowell, and A.N. Rai. 1983. Cyanobacteria-eukaryotic plant symbioses. Annales de l'Institut Pasteur / Microbiologie, Volume 134, Issue 1, Supplement B, Pages 205-228.
Suarsana, M. 2011. Habitat dan Niche Paku Air Tawar (Azolla pinnata Linn.) (Suatu Kajian Komponen Penyusun Ekosistem). Vol.11, No. 2. Fakultas Pertanian UNIPAS Singaraja. Medan.
Sudjana, B. 2014.  Pengunaan Azolla Untuk Pertanian Berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Solusi Vol. 1 No. 2 April-Juni 2014: 72-81
Tjitrosoepomo G. 2014. Taksonomi Tumbuhan: Schizophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta). Gadjah Mada University Press. Cetakan ke-10. 309 halaman.
Widiyanto, T. 2005. Seleksi bakteri nitrifikasi dan denitrifikasi untuk bioremediasi di tambak udang. [Disertasi]. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB 2. TAKSONOMI AZOLLA

      2.1 Taksonomi Azolla A zolla merupakan satu-satunya genus dari paku air yang mengapung. Termasuk ke dalam suku Azollaceae. Terdapat tujuh spesies yang termasuk dalam genus ini. Suku Azollaceae sekarang dianjurkan untuk digabungkan ke dalam suku Salviniaceae, berdasarkan kajian morfologi dan molekular. Pa ra biologis, khususnya ahli taksonomi Azolla, mengelompokkan biota ini ke dalam 7-10 spesies. 2.2 Jenis-jenis Azolla A zolla secara taksonomi termasuk ke dalam Kingdom : Plantae, Divisi : Pteridophyta , Kelas : Pteridopsida, Ordo: Salviniales, Famili : Salviniaceae. Sejauh ini paling sedikit dilaporkan 10 spesies Azolla sebagai berikut. 1) Azolla   microphylla Kaulf, 2) Azolla mexicana, 3) Azolla japonica Franch. & Sav, 4) Azolla caroliniana Willd atau Azolla filiculoides Lam, 5) Azolla imbricata Nakai, 6) Azolla   cristata Kaulf, 7) Azolla rubra R.Br, 8) Azolla   pinnata, 9) Azolla nilotica ...

BAB 3. KEGUNAAN AZOLLA

  A zolla telah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari bidang pertanian, perternakan sampai pada bidang perikanan. Di beberapa negara maju telah pula dirintis pemanfaatan Azolla sebagai bahan baku industri obat-obatan dan kosmetika. Di Pulau Jawa beberapa pembudidaya telah membuat situs internet dan memperjual-belikan komoditas ini secara online bagi kebutuhan tersebut. 3.1 Bidang Pertanian D i bidang pertanian Azolla dapat berperan sebagai pupuk hijau (green fertilizer) organik yang dapat menggantikan pupuk urea dengan tingkat hasil yang lebih bagus. Azolla dikenal mampu bersimbiosis dengan bakteri biru-hijau Anabaena azollae dan mengikat nitrogen langsung dari udara. Potensi ini membuat Azolla digunakan sebagai pupuk    hijau baik di lahan sawah maupun lahan   kering. Pada kondisi optimal Azolla akan tumbuh baik dengan laju pertumbuhan 35% tiap hari. Kemampuan menyediakan N bagi tanaman adalah karena pada Azolla terdapat Cyanobacteria tadi yan...

BAB 1. PENDAHULUAN

  M akrofilik Azolla adalah t umbuhan paku air yang tumbuh di perairan daerah tropis dan subtropis . Beberapa genus dapat tumbuh di perairan payau, namun biota ini lebih disebut sebagai tumbuhan air tawar. Tipe akar yang dimiliki yaitu akar lateral dimana bentuk akar adalah runcing atau tajam terlihat seperti rambut atau bulu di atas air. Bentuk daun kecil dengan ukuran panjang sekitar 1–2 mm dengan posisi daun yang saling menindih. Salah satu spesies yang bamyak dikembangkan di Indonesia adalah Azolla microphylla merupakan tumbuhan paku air dengan ukuran yang relatif kecil memiliki panjang 1,5–2,5 cm. P ara ahli taksonomi menggolongkan Azolla ini ke dalam 7-9 spesies. Yaitu Azolla caroliniana Willd, A. circinata Oltz & Hall, A.   cristata Kaulf, A.   filiculoides Lam, A. imbricata Nakai, A. japonica Franch. & Sav, A. Mexicana , A.   microphylla Kaulf, A.   nilotica A.   pinnata dan A. rubra R.Br. P emanfaatan Azolla sebagai pakan...